KSATRIAN PANDU TRISULA

SALAM JIWA DI SABANA

10486523_778676095488349_6586308412675769829_n

Menengok rimbunnya rimba raya tak ubahnya melihat wajah Sang Ibu yang sedang tersenyum

Damai nan menentramkan

Merinduimu seakan tak bosan-bosan kurasakan

Jenuh dan peluh hanyalah sebatas rasa

Hakekatnya hati riang gembira

 

Merasakan belaian halimun lembah layaknya belaian kasih Sang Ibu

Menggetarkan sukma-sukma para pencari kedamaian diatara perdu belukar

Perih kaki yang lecet hanyalah candaan belaka

Keluh dan kesah tadi hanyalah sebatas takhayul untuk menakut-nakuti balita

 

Memandangi mutiara timur di ujung cakrawala,

hanyalah mata tuhan yang sipit terbersit dalam atas,

sipit karena memberikan senyum lebarnya yang ramah menyapa jiwa-jiwa yang menantikan kehadiran-Nya

Hangat pancaran surya cakra lagi-lagi adalah kehangatan kasih sayang Ibu Bumi

 

Ke mana angin berhembus, jiwa-jiwa kita mengikuti

sudah seperti bayu membelai rumput-rumput kering di sabana tertinggi ini

Tak mempedulikan arah mata angin, karena itu hanya akan mengaburkan romantisme ini

Tak usah lagi mempedulikan jisim,

Wong itu hanyalah kemasan, isinya tetap sama.

Yaitu jiwa-jiwa yang membuka pintu untuk kehadiran-Nya

 

Hanyalah doa keselamatan yang jiwa kita ucapkan

Dalam bahasa basa-basinya biasa kita kenal:

Shalom Aleichem

Om swastiastu

Assalmu’alaikum…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *