KSATRIAN PANDU TRISULA

Manusia Berproses

Ada beberapa jenis menusia dilihat daru tujuannya. Mereka yang biasanya berorientasi pada hasil dan mereka yang berorientasi pada proses. Setidaknya ada dua aliran besar tersebut. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu diperdebatkan diantara kedua hal tersebut, hanya saja kita perlu menilik lebih dalam mengenai hal tersebut, khususnya manusia yang berproses dan apa hubungannya dengan organisasi kepramukaan Pandu Trisula.

orang yang sudah menyentuh ruh Pandu Trisula hendaknya mengerti satu hal ini. Pandu Trisula merupakan organisasi yang mengajarkan pentingnya suatu proses. sesuatu tidak ada yang instan. Contoh implementasinya ketika ada suatu acara atau kegiatan, ada dua tujuan disini. Tujuan yang pertama adalah tujuan fisik, dimana hasil akhir dari acara tersebut. Tetapi ada tujuan lain yang lebih dari itu, yaitu proses itu sendiri. Inilah tujuan hakikinya,  itulah tujuan utamanya. Tujuan hakiki disini tercapai atau tidaknya berada ditangan kita sendiri, bagaimana kita melihat lebih dalam hikmah dari proses kita. sedangkan tujuan fisik bukan kita yang menentukan, ya memang kita berusaha untuk mewujudkannya, kita optimis akan hal ini. Tetapi disisi lain kita tidak mempunyai kuasa atas tercapainya tujuan fisik tersebut. Misalnya seorang pemain sepak bola yang menendang bola ke gawang lawan, jika ditanya apakah tendangan tersebut yakin akan masuk gawang, dia tidak bisa memastikan tendangannya bisa menghasilkan gol. tujuan hakiki dia menendang bola kegawang adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memasukkan bola kegawang itu sendiri, bukan mencetak gol. Lantas saiapa yang menghendaki tendangan tersebut menjadi gol apa tidak?

Dalam kasus lain, kita sering diundang dalam suatu acara, banyak cara yang molor, bahkan tidak jadi dilaksanakan. Maka kita wajib bersungguh-sungguh untuk menghadiri acara tersebut. Disini sudah ada nilai lebih – ditinjau dari berbagai sisi. Semisal acaranya tidak jadi, justru kita diuntungkan oleh peristiwa tersebut. Bagaimana Bisa? Pertama kita sudah sungguh-sungguh menghadiri undangan tersebut, insya’allah niatan kita ini sudah sampai. Inilah tujuan hakikinya. lantas ketika sudah dilokasi acara tepat waktu, acara tersebut tidak jadi terlaksana. Kita untung lagi karena tidak usah mengikuti acara tersebut tetapi nilai kebaikan kita sudah tercatat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *